Kabar Alumni

Matauli, Bekal Dokter Muda Ini Berprestasi

Hai IKAMA-ers! #TokohoftheDay kali ini sedikit mengingatkan kita pada organisasi Boedi Oetomo yang dijadikan simbol kebangkitan nasional. Dr. Sutomo, bersama rekan-rekan dokternya yang menuntut ilmu di School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA) bukan hanya fokus pada ilmu kedokteran yang ia pelajari, tetapi juga aktif berorganisasi dan memperjuangkan pendidikan. Siapa ya tokoh #TokohoftheDay kali ini? Penasaran gimana ceritanya? Baca sampai selesai ya!

Berkunjung ke luar negeri tentu menjadi impian banyak orang, hal itu juga menjadi salah satu mimpi Ramlan Zuhair Pulungan. Ia beruntung, karena SMA N 1 Matauli Pandan menjadi jalan pembuka baginya untuk meraih mimpi itu. Terhitung selama berada di Matauli, Ramlan sudah menginjakkan kakinya di Jerman dan Thailand. Kegemaran belajar bahasa, membawanya berkelana ke lebih dari 11 ribu kilometer jauhnya, “selama di Jerman, banyak pengalaman, ketemu teman baru dan dapat ilmu baru juga,” ujarnya. Hal itupun ia rasakan ketika berada di Thailand untuk belajar ilmu jurnalistik.

 

Bagi Ramlan, Matauli adalah pilihan yang tepat untuk menuntut ilmu. Tidak hanya menjadi pintu gerbang untuk melihat dunia yang lebih luas, tetapi juga lingkungan sekolah yang membuatnya banyak berkembang dan bisa menjadi seperti sekarang. “Ketika sekolah, saya senang bisa bertemu banyak suku dan ragam budaya, mengenal macam-macam karakteristik orang lain dan belajar bertoleransi,” jelasnya.

 

Ramlan yang saat ini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus menjalankan nilai-nilai kedisiplinan yang pernah ia dapatkan di Matauli. Lingkungan sekolah yang semi militer mengajarkannya untuk saling menghormati dan menghargai yang lebih tua, juga menyayangi sesama. Ia merindukan perhatian-perhatian yang dulu didapatkan dari keluarga asuhnya, contoh kecilnya saling memberikan cokelat dan penyemangat  kepada kakak dan adik asuhnya saat mendekati ujian, “sangat terbantu dengan adanya sistem kekeluargaan ini, khususnya perhatian-perhatian yang diberikan sangat terasa dan berkesan higga saat ini,” kenangnya.

 

Lebih lanjut, Ramlan bercerita, selama sekolah di Matauli dia pernah menjabat sebagai ketua kelas intensif bahasa Jerman dan bahasa Jepang. Ia mengikuti berbagai ajang dan kompetisi. Berbekal semua ilmu, pengalaman dan kesempatan yang ia dapatkan di SMA, Ramlan terus menjaga semangatnya untuk mengikuti lomba, seminar, training, konferensi di berbagai negara. “Karena belajar tidak hanya di bangku kuliah, sekarang saya sudah bisa jadi trainer, pembicara di berbagai acara motivasi, public speaking, kepemimpinan, kadang jadi MC juga,” ungkapnya. Kesibukannya tidak hanya itu saja, Ramlan juga ingin menjadi pengusaha yang sudah ia awali dengan menjadi reseller buku, dan memiliki sebuah powerful team, “seperti event organizer untuk bantu-bantu membuat suatu acara,” ungkap salah satu Mahasiswa Berprestasi (Mapres) di USU yang juga Founder @nourisynergia & Co Founder @sultanhusada ini.

 

Sejauh ini, menurut Ramlan, ia selalu memiliki prinsip hidup Man Jadda wa Jadaa, artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapat. Bicara tentang pengalamannya menjadi salah satu Mapres USU, Ramlan berkata, bahwa Mapres bukan hanya fokus untuk sering menjadi juara di berbagai ajang saja, tetapi yang paling penting adalah tentang kebermanfaatan dan segala prestasi yang ia dapatkan selama ini bisa diaplikasikan untuk kebaikan, “jangan hanya bersyukur ketika merasakan bahagia, tetapi juga dengan bersyukur maka kita akan merasakan kebahagiaan,” salah satunya ia wujudkan dengan sering memberikan mentoring bagi adik-adik kelasnya.

 

Ramlan pun berharap, IKAMA bisa menjadi wadah untuk seluruh alumni bersilaturrahim, bisa saling mengenal kembali dan menjaga komunikasi. Menurutnya, alumni penting juga mengetahui informasi tentang Matauli, dan bisa membantu sekolah untuk terus berkembang, “minimal menjadi inspirasi dan motivasi untuk adik-adik supaya mereka semangat belajar, mari berbagi ilmu, berbagi rezeki, untuk memajukan sekolah kita, kita agendakan untuk kembali ke sekolah dan bertemu guru-guru,” tutupnya. (Kris/Ara)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top